Seringai rilis album ke-4 tapi udah gak ber-4!
Yo, Superfriends! Siapkan leher lo buat headbang paling keras tahun ini. Setelah penantian panjang hampir 8 tahun, unit High Octane Rock kebanggaan kita, Seringai, resmi kembali. Lewat album keempat bertajuk IV: Anastasis, Seringai nggak cuma ngerilis lagu baru, tapi kasih bukti kalau api mereka justru makin membara di tengah badai.
Source: Instagram/Seringai
Respect! Warisan Riff Terakhir Ricky Siahaan
Kabar kembalinya Seringai ini kerasa sangat emosional. Kita semua tahu betapa krusialnya sosok mendiang Ricky Siahaan sebagai arsitek riff utama. Meskipun sang gitaris telah berpulang di Tokyo pada April 2025 lalu, nyawanya tetap hidup dalam album ini.
Dua single pembuka, “Sejati” dan “Senarai Feses”, adalah bukti autentik kalau ide-ide brilian Ricky masih sempat tertanam kuat sebelum beliau pergi. Seringai nggak runtuh, mereka justru mengeras sebagai bentuk penghormatan tertinggi buat sang sahabat. Rest in power, Ricky!
IV: Anastasis: Menuju Total Armageddon
Album IV: Anastasis yang bakal rilis 23 April 2026 ini diprediksi bakal jauh lebih masif. Untuk urusan dapur rekaman, Seringai menarik Angga Kusuma (Collapse, eks-Taring) buat mengisi semua track gitar.
Diproduseri langsung oleh Sammy Bramantyo, album ini dijanjikan bakal jadi total armageddon. Kalau lo ngerasa Seperti Api udah cukup membakar, Anastasis bakal ngasih level distorsi yang lebih gelap, emosional, dan tentunya jauh lebih bertenaga.
Era Baru: Formasi 5 Unit Tempur
Nah, ini yang paling bikin Seringai lebih fresh! Untuk pertama kalinya, mereka nggak lagi tampil sebagai kwartet. Seringai berevolusi jadi 5 unit tempur.
Lini depan yang biasanya diisi Arian 13, Sammy Bramantyo, dan Edy Khemod, kini diperkuat dua amunisi gitar sekaligus: Angga Kusuma dan Darma Respati (Negatifa). Udah kebayang tebelnya tone distorsi gitar high octane rock khas seringai bakal senampol apa kan sekarang?. Dua gitaris tamu, dua lapis serangan. Gimana gak ketinju tuh telinga sama distorsinya!
Long Live Seringai!
Video musik mereka yang digarap Edy Susanto & Rifqi Fadhlurrahman sudah kasih sinyal kalau estetika visual Seringai tetap berada di kasta tertinggi. Satu hal penting buat Superfriends catat: album ini bakal tersedia dalam format CD dan semua platform digital, kecuali Spotify.
Jadi, pastikan lo kasih dukungan nyata dengan beli rilisan fisiknya karena bisa jadi salah satu album yang collectible item. Era baru Seringai telah dimulai, dan ini bakal jadi perjalanan yang sangat monumental.