Drama Superprix Malang Jadi Alasan Lo Harus Nonton Seri Surabaya
Superchallenge Superprix Seri 3 Malang baru selesai dan ini jadi salah satu seri yang paling seru musim ini. Sirkuit non permanen NP Kanjuruhan ternyata punya cara sendiri buat bikin semua orang deg-degan, dari rider, mekanik, sampai ribuan Superfriends yang penuhin tribun selama dua hari (26-27 Juni).
Sirkuit Yang Nggak Kenal Ampun
900 meter, 11 tikungan, aspal campur. Enam rider Asia ngerasain sendiri bagaimana NP Kanjuruhan bisa ramah dan kejam di saat yang sama.
Alfi Husni jadi yang paling konsisten turun lima kelas dan pulang sebagai Juara Umum Kelas 4 Tak Expert. Aldiaz Aqsal nggak kalah solid, gelar Juara Umum Kelas 2 Tak Expert jadi buktinya. Alqsal Ilham dan Dimas Juliatmoko tampil stabil dengan beberapa podium. Sementara Aditya Fauzi dan Rendi Oding harus kerja ekstra menyelesaikan setiap race.
Ratusan Starter, Full Entertainment!
Malang juga jadi seri yang paling rame, total ada 215 starter yang turun di keseluruhan race yang diselenggarakan. Termasuk aksi super para rider Asia yang gak cuma duel di lintasan, tapi juga jadi hiburan buat Superfriends Malang.
Apakah Surabaya Bakal Lebih Panas?
Masih ada dua seri tersisa, dan Surabaya jadi yang berikutnya. Rider Asia yang belum puas di Malang pasti dateng ke Sirkuit GBT tanggal 21-22 Agustus nanti dengan motivasi yang beda. Menurut lo apakah perburuan gelar juara dan aksi dari rider Asia bakal tersaji lebih sengit di sirkuit yang terkenal dengan lurusan panjang ini?